﷽
Puisi Tasawwuf
AKU TELAH MATI
ALLAH YANG HIDUP
Renungan Malam

Aku telah mati. Bukan jasadku yang tiada, tapi diriku yang fana.
Yaitu .... Yang merasa memiliki, yang merasa memilih, yang merasa berkuasa.

Ketika 'aku' hancur, yang tersisa hanya satu:

"Dia" Bukan di langit, bukan di bayang, tapi di pusat segala rasa.

❝

Bukan aku yang berjalan, tapi Allah yang memperjalankan.
Bukan aku yang berkata, tapi Allah yang menampakkan suara-Nya dalam diamku.

Dalam Surah Al-Anfal (8:17) :
فَلَمْ تَقْتُلُوْهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ قَتَلَهُمْۖ وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ رَمٰىۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْهُ بَلَاۤءً حَسَنًاۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ١٧
17. Maka, (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, melainkan Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ رَمٰىۚ

QS. Al-Anfal ayat 17, sebagian kutipan: melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar

Penuh kerinduan