Visi dan Misi

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

بسم الله الرحمن الرحيم
Visi
Pandangan Kedepan Menghadapi Akhir Jaman

Dengan semakin berkembangnya peradaban, khususnya pada masa akhir zaman ini, manusia menghadapi tantangan kehidupan yang semakin komplek. Kemajuan lahiriah sering kali diiringi dengan meningkatnya keterikatan hati kepada dunia, sehingga banyak manusia terhijab oleh kesibukan, ambisi, keinginan, dan berbagai bentuk ketergantungan kepada selain Allah SWT. Dunia yang seharusnya menjadi sarana untuk beribadah, sering kali berubah menjadi tujuan utama yang menguasai hati. Akibatnya, jiwa menjadi mudah lalai, batin kehilangan kejernihan, dan manusia semakin jauh dari kesadaran hakiki tentang tujuan penciptaannya. Oleh karena itu, diperlukan bimbingan ilmu yang tidak hanya menyentuh aspek lahiriah, tetapi juga mampu menuntun hati menuju penyucian jiwa, penguatan tauhid, dan perjalanan ruhani menuju kedekatan kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, Ponpes Jaya Baru memandang bahwa Ilmu Tasawwuf sudah waktunya harus disampaikan secara terbuka dan terang benderang. Hal ini penting, mengingat dalam perjalanan sejarah Islam, sejak kanjeng Nabi Muhammad SAW wafat, ajaran tentang Hakekat-Makrifat yang pada dasarnya menekankan pada Tauhid dan pengenalan langsung kepada Allah, terkesan ditutup-tutupi atau disampaikan hanya kepada kalangan terbatas. Pada beberapa periode, ajaran ini bahkan dipandang sebagai sesat atau berbahaya oleh sebagian kelompok ulama yang lebih menekankan ibadah lahiriyah dan hukum Syariat.

Ajaran tentang Hakekat-Makrifat sering kali diberi sekat, seakan-akan ajaran tersebut terpisah dari Syariat, padahal secara alamiah dan dalam pemahaman Islam yang holistik, Hakekat-Makrifat merupakan proses yang tidak bisa dipisahkan dari Syariat itu sendiri. Syariat, sebagai aturan lahiriyah, adalah landasan yang mengarahkan seorang hamba menuju Thoriqoh, yang kemudian mengantarkannya pada Hakekat dan Makrifat — yaitu pengenalan hakiki terhadap Allah. Oleh karena itu, Ilmu Tasawwuf, yang sering dianggap terpisah atau terselubung dalam sejarah, pada kenyataannya adalah bagian integral dari perjalanan ruhani setiap hamba yang hendak kembali kepada-Nya.

Dengan semakin berkembangnya zaman dan semakin kompleksnya tantangan hidup, Ilmu Tasawwuf perlu dihidupkan kembali secara transparan dan terbuka agar umat Islam, baik yang muda maupun yang tua, bisa memahami bahwa Hakekat-Makrifat bukanlah ajaran yang terpisah atau misterius, tetapi merupakan jalan spiritual yang membawa seseorang lebih dekat kepada Allah. Maqom ini adalah proses kembali kepada Allah, yang tidak hanya mencakup ibadah lahiriyah tetapi juga pengalaman batin yang mengarah pada penghambaan yang tulus.

۞
Misi

Dengan bimbingan yang terbuka dan terang benderang, Ilmu Tasawwuf dapat mengarahkan umat untuk lebih memahami kekuasaan Allah, menghidupkan hati, dan mendalami Tauhid yang sesungguhnya, yang akan memperkuat iman dan memperbaiki akhlak. Ini adalah langkah penting untuk mempertemukan Syariat dan Makrifat dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk memperkenalkan umat kepada jalan spiritual yang lebih dalam yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Bimbingan Ilmu Tasawwuf diperuntukkan bagi usia muda dan tua dengan pendekatan yang berbeda.

  • Usia Tua: pendekatan dilakukan melalui Pengajian Bimbingan Ilmu Tasawwuf secara terbuka yang dilaksanakan di dalam maupun diluar Ponpes Jaya Baru.

  • Usia Muda: pendekatan melalui pendidikan sejak dini tentang Agama Islam yang utuh adalah yang tidak hanya menanamkan pemahaman syariat saja, akan tetapi juga membimbing santri untuk menapaki jalan thoriqoh, memahami hakekat kehidupan, hingga mencapai kesadaran makrifat dalam mengesakan Allah SWT. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari tidak hanya membentuk kecerdasan akal, tetapi juga menyucikan hati dan menghidupkan ruh keimanan, sehingga mendapatkan kecerdasan Ilahiyah.

← Kembali