Di malam yang sunyi, aku duduk sendiri,
Membaca ayat-Nya, serasa suci,
Tapi hatiku berbisik lirih:
"Engkau yakin ini untuk-Ku, atau untuk dirimu sendiri?"
Kujalani sholat dengan khusyuk tampak,
Tapi di dalam... aku haus akan pujian manusia,
Aku berzikir, aku menangis, aku bersedekah,
Namun tanpa sadar... aku sedang memuji diriku sendiri.
Lalu kulihat ia, yang dianggap kotor oleh dunia,
Lidahnya bau khamr, tapi hatinya menangis,
Ia berkata, “Ya Allah, aku hina...
Tapi aku rindu pulang.”
Dan aku tersentak.
Bisa jadi ia lebih dekat dengan-Nya,
Karena ia tahu bahwa ia jauh.
Sedang aku? Terlena merasa telah sampai.